Jumat, 19 Februari 2016
Clash Of Clans pasti kebanyakan udah tau bukan base adalah tatanan atau letak dari kota kita yang bisa kita atur menjadi 3 Type : apa saja 3 type tersebut.
Cara membuat auto like facebook
بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Cara Membuat Robot Auto Like Facebook Menggunakan Google Script - Auto Like Facebook adalah sebuah trik facebook yang berfungsi untuk menambahkan jumlah like facebook baik itu foto, video dan status secara instan hanya menggunakan Akses Token Facebook.Cara ini memang tidak diperbolehkan oleh pihak facebook, jika ada yang melanggar maka anda akan di blokir menyukai status, foto atau video yang bersifat sementara. Tapi tenang saja, saya akan memberikan script auto like yang aman dan akun anda tidak akan menjadi akun spammer karena saya mengatur tigger sesuai dengan ketentuan facebook.
Cara membuat robot auto like sebenernya sangatlah mudah, tapi bagi anda yang masih pemula atau tidak mengetahui javascript atau php akan terasa sangat sulit. Saya akan membagikan script ini secara gratis tanpa membayar seperserpun. Mari kita pelajari langkah demi langkah cara membuat robot auto like facebook. Jika anda masih kesulitan anda bisa bertanya di kolom komentar yang ada di artikel ini.
Langkah - Langkah Cara Membuat Robot Auto Like Facebook
Jika para pembuat robot facebook menggunakan cPanel X dan WHM, Maka kita akan menggunakan layanan Google Script untuk menjalankan script auto likenya. Berbeda dengan cPanel X dan WHM yang harus mengeluarkan uang supaya bisa menjalankan script auto like facebook, sedangkan jika kita menggunakan Google Script maka kita tidak mengeluarkan uang seperserpun. Langsung aja kita bahas cara membuat robotnya :1. Loginlah di akun facebook dan akun gmail yang anda miliki
2. Silahkan anda masuk ke halaman ini Script Auto Like Facebook (copy semua script auto likenya yang ada di link tersebut).
3. Jika anda sudah mengcopy semua script auto likenya, silahkan anda kunjungi halaman Google Script yang ada di link ini https://script.google.com/
4. Klik Start Scripting kemudian centang Don’t show again selanjutnya klik Tutup.
5. Hapus semua script yang ada di halaman Google Script, kemudian anda pastekan script auto likenya di halaman Google Script tersebut.
6. Edit script auto likenya. Ganti tulisan “Akses Token Facebook Anda” dengan akses token facebook akun anda. Jika anda memiliki masalah tentang akses token, maka bacalah artikel ini terlebih dahulu yaitu Cara Mengambil Akses Token Facebook dengan Mudah.
7. Klik file (posisi di sebelah atas bagian kiri), kemudian pilih Save atau anda juga bisa menekan CTRL+S untuk menyimpan scriptnya di Google Script. Simpan dengan nama “Auto Like Facebook”.
8. Klik Tigger (logo jam) untuk mengatur berapa kali script akan di jalankan.
9. Klik Add New Tigger, pilihlah tigger “Run_like”. Ganti tulisan ”Hours Timer” dengan “Minutes Timer”, kemudian atur dengan tigger dengan 15 minute supaya akun anda tidak terdeteksi sebagai akun spammer.
10. Klik Save untuk menyimpan settingan tigger anda.
11. Nanti akan ada pop-up yang muncul, Klik “Autorize” kemudian pilih Continue selanjutnya anda klik Terima untuk menyetujui layanan Google Script.
12. Pilih function “Run_like” selanjutnya anda klik “Run” (posisi ada di sebelah kanan tigger) untuk menjalankan scriptnya.
Keterangan : Jika ada peringatan seperti gambar di bawah ini, silahkan anda bikin akun gmail baru, tapi jika peringatan tersebut masih muncul. Silahkan anda klik Run sebanyak-banyaknya sampai peringatan tersebut tidak muncul lagi.
Tata cara wudhu yang di ajarkan oleh rasulullah SAW
Secara syri’at wudhu’ ialah menggunakan air yang suci untuk mencuci anggota-anggota tertentu yang sudah diterangkan dan disyari’at kan Allah subhanahu wata’ala. Allah memerintahkan:
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak melakukan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan , kedua mata-kaki (Al-Maaidah:6).
Allah tidak akan menerima shalat seseorang sebelum ia berwudhu’ (HSR. Bukhari di Fathul Baari,I/206; Muslim, no.255 dan imam lainnya).
Rasulullah juga mengatakan bahwa wudhu’ merupakan kunci diterimanya shalat. (HSR. Abu Dawud, no. 60).
Utsman bin Affan ra berkata: “Barangsiapa berwudhu’ seperti yang dicontohkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu, dan perjalanannya menuju masjid dan shalatnya sebagai tambahan pahala baginya” (HSR. Muslim, I/142, lihat Syarah Muslim, III/13).
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Barangsiapa menyempurnakan wudhu’nya, kemudian ia pergi mengerjakan shalat wajib bersama orang-orang dengan berjama’ah atau di masjid (berjama’ah), niscaya Allah mengampuni dosa-dosanya” (HSR. Muslim, I//44, lihatMukhtashar Shahih Muslim, no. 132).
Maka wajiblah bagi segenap kaum muslimin untuk mencontoh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam dalam segala hal, lebih-lebih dalam berwudhu’. Al-Hujjah kali ini memaparkan secara ringkas tentang tatacara wudhu’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam melakukan wudhu’:
1. Memulai wudhu’ dengan niat.
Niat artinya menyengaja dengan kesungguhan hati untuk mengerjakan wudhu’ karena melaksanakan perintah Allah subhanahu wata’ala dan mengikuti perintah Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa Salam.
Ibnu Taimiyah berkata: “Menurut kesepakatan para imam kaum muslimin, tempat niat itu di hati bukan lisan dalam semua masalah ibadah, baik bersuci, shalat, zakat, puasa, haji, memerdekakan budak, berjihad dan lainnya. Karena niat adalah kesengajaan dan kesungguhan dalam hati. (Majmu’atu ar-Rasaaili al-Kubra, I/243)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam menerangkan bahwa segala perbuatan tergantung kepada niatnya, dan seseorang akan mendapatkan balasan menurut apa yang diniatkannya… (HSR. Bukhari dalam Fathul Baary, 1:9; Muslim, 6:48).
2. Tasmiyah (membaca bismillah)
Beliau memerintahkan membaca bismillah saat memulai wudhu’. Beliau bersabda:
Tidak sah/sempurna wudhu’ sesorang jika tidak menyebut nama Allah, (yakni bismillah) (HR. Ibnu Majah, 339; Tirmidzi, 26; Abu Dawud, 101. Hadits ini Shahih, lihat Shahih Jami’u ash-Shaghir, no. 744).
Abu Bakar, Hasan Al-Bashri dan Ishak bin Raahawaih mewajibkan membaca bismillah saat berwudhu’. Pendapat ini diikuti pula oleh Imam Ahmad, Ibnu Qudamah serta imam-imam yang lain, dengan berpegang pada hadits dari Anas tentang perintah Rasulullah untuk membaca bismillah saat berwudhu’. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Berwudhu’lah kalian dengan membaca bismillah!” (HSR. Bukhari, I: 236, Muslim, 8: 441 dan Nasa’i, no. 78)
Dengan ucapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam: ”Berwudhu’lah kalian dengan membaca bismillah” maka wajiblah tasmiyah itu. Adapun bagi orang yang lupa hendaknya dia membaca bismillah ketika dia ingat. Wallahu a’lam.
3. Mencuci kedua telapak tangan
Bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam mencuci kedua telapak tangan saat berwudhu’ sebanyak tiga kali. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam juga membolehkan mengambil air dari bejancdengan telapak tangan lalu mencuci kedua telapak tangan itu. Tetapi Rasulullah melarang bagi orang yang bangan tidur mencelupkan tangannya ke dalam bejana kecuali setelah mencucinya. (HR. Bukhari-Muslim)
4. Berkumur-kumur dan menghirup air ke hidung
Yaitu mengambil air sepenuh telapak tangan kanan lalu memasukkan air kedalam hidung dengan cara menghirupnya dengan sekali nafas sampai air itu masuk ke dalam hidung yang paling ujung, kemudian menyemburkannya dengan cara memencet hidung dengan tangan kiri. Beliau melakukan perbuatan ini dengan tiga kali cidukan air. (HR. Bukhari-Muslim. Abu Dawud no. 140)
Imam Nawawi berkata: “Dalam hadits ini ada penunjukkan yang jelas bagi pendapat yang shahih dan terpilih, yaitu bahwasanya berkumur dengan menghirup air ke hidung dari tiga cidukan dan setiap cidukan ia berkumur dan menghirup air ke hidung, adalah sunnah. (Syarah Muslim, 3/122).
Demikian pula Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam menganjurkan untuk bersungguh-sungguh menghirup air ke hidung, kecuali dalam keadaan berpuasa, berdasarkan hadits Laqith bin Shabrah.(HR. Abu Dawud, no. 142; Tirmidzi, no. 38, Nasa’i )
5. Membasuh muka sambil menyela-nyela jenggot.
Yakni mengalirkan air keseluruh bagian muka. Batas muka itu adalah dari tumbuhnya rambut di kening sampai jenggot dan dagu, dan kedua pipi hingga pinggir telinga. Sedangkan Allah memerintahkan kita:
”Dan basuhlah muka-muka kamu.” (Al-Maidah: 6)
Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Humran bin Abaan, bahwa cara Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam membasuh mukanya saat wudhu’ sebanyak tiga kali”. (HR Bukhari, I/48), Fathul Bari,I/259. no.159 dan Muslim I/14)
Setalah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam membasuh mukanya beliau mengambil seciduk air lagi (di telapak tangan), kemudian dimasukkannya ke bawah dagunya, lalu ia menyela-nyela jenggotnya, dan beliau bersabda bahwa hal tersebut diperintahkan oleh Allah subhanahu wata’ala. (HR. Tirmidzi no.31, Abu Dawud, no. 145; Baihaqi, I/154 dan Hakim, I/149, Shahih Jaami’u ash-Shaghir no. 4572).
6. Membasuh kedua tangan sampai siku
Menyiram air pada tangan sampai membasahi kedua siku, Allah subhanahu wata’ala berfirman:
”Dan bashlah tangan-tanganmu sampai siku” (Al-Maaidah: 6)
Rasulullah membasuh tangannya yang kanan sampai melewati sikunya, dilakukan tiga kali, dan yang kiri demikian pula, Rasulullah mengalirkan air dari sikunya (Bukhari-Muslim, HR. Daraquthni, I/15, Baihaqz, I/56)
Rasulullah juga menyarankan agar melebihkan basuhan air dari batas wudhu’ pada wajah, tangan dan kaki agar kecemerlangan bagian-bagian itu lebih panjang dan cemerlang pada hari kiamat (HR. Muslim I/149)
7. Mengusap kepada, telinga dan sorban
Mengusap kepala, haruslah dibedakan dengan mengusap dahi atau sebagian kepala. Sebab Allah subhanahu wata’ala memerintahkan:
”Dan usaplah kepala-kepala kalian…” (Al-Maidah: 6).
Rasulullah mencontohkan tentang caranya mengusap kepala, yaitu dengan kedua telapak tangannya yang telah dibasahkan dengan air, lalu ia menjalankan kedua tangannya mulai dari bagian depan kepalanya ke belakangnya tengkuknya kemudian mengambalikan lagi ke depan kepalanya.(HSR. Bukhari, Muslim, no. 235 dan Tirmidzi no. 28 lih. Fathul Baari, I/251)
Setelah itu tanpa mengambil air baru Rasulullah langsung mengusap kedua telingannya. Dengan cara memasukkan jari telunjuk ke dalam telinga, kemudian ibu jari mengusap-usap kedua daun telinga. Karena Rasulullah bersabda: ”Dua telinga itu termasuk kepala.”(HSR. Tirmidzi, no. 37, Ibnu Majah, no. 442 dan 444, Abu Dawud no. 134 dan 135, Nasa’i no. 140)
Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Ahadits adh-Dha’ifah, no. 995 mengatakan: “Tidak terdapat di dalam sunnah (hadits-hadits nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam) yang mewajibkan mengambil air baru untuk mengusap dua telinga. Keduanya diusap dengan sisa air dari mengusap kepala berdasarkan hadits Rubayyi’:
Bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam mengusap kepalanya dengan air sisa yang ada di tangannya. (HR. Abu Dawud dan lainnya dengan sanad hasan)
Dalam mengusap kepala Rasulullah melakukannya satu kali, bukan dua kali dan bukan tiga kali. Berkata Ali bin Abi Thalib ra : “Aku melihat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam mengusap kepalanya satu kali. (lihat _Shahih Abu Dawud, no. 106). Kata Rubayyi bin Muawwidz: “Aku pernah melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam berwudhu’, lalu ia mengusap kepalanya yaitu mengusap bagian depan dan belakang darinya, kedua pelipisnya, dan kedua telinganya satu kali.“ (HSR Tirmidzi, no. 34 dan Shahih Tirmidzi no. 31)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam juga mencontohkan bahwa bagi orang yang memakai sorban atau sepatu maka dibolehkan untuk tidak membukanya saat berwudhu’, cukup dengan menyapu diatasnya, (HSR. Bukhari dalam Fathul Baari I/266 dan selainnya) asal saja sorban dan sepatunya itu dipakai saat shalat, serta tidak bernajis.
Adapun peci/kopiah/songkok bukan termasuk sorban, sebagaimana dijelaskan oleh para Imam dan tidak boleh diusap diatasnya saat berwudhu’ seperti layaknya sorban. Alasannya karena:
- Peci/kopiah/songkok diluar kebiasaan dan juga tidak menutupi seluruh kepala.
- Tidak ada kesulitan bagi seseorang untuk melepaskannya.
Adapun Kerudung, jilbab bagi wanita, maka dibolehkan untuk mengusap diatasnya, karena ummu Salamah (salah satu isteri Nabi) pernah mengusap jilbabnya, hal ini disebutkan oleh Ibnu Mundzir. (Lihat al-Mughni, I/312 atau I/383-384).
8. Membasuh kedua kaki sampai kedua mata kaki
Allah subhanahu wata’ala berfirman: ”Dan basuhlah kaki-kakimu hingga dua mata kaki” (Al-Maidah: 6)
Rasulullah menyuruh umatnya agar berhati-hati dalam membasuh kaki, karena kaki yang tidak sempurna cara membasuhnya akan terkena ancaman neraka, sebagaimana beliau mengistilahkannya dengan tumit-tumit neraka. Beliau memerintahkan agar membasuh kaki sampai kena mata kaki bahkan beliau mencontohkan sampai membasahi betisnya. Beliau mendahulukan kaki kanan dibasuh hingga tiga kali kemudian kaki kiri juga demikian. Saat membasuh kaki Rasulullah menggosok-gosokan jari kelingkingnya pada sela-sela jari kaki. (HSR. Bukhari; Fathul Baari, I/232 dan Muslim, I/149, 3/128)
Imam Nawai di dalam Syarh Muslim berkata. “Maksud Imam Muslim berdalil dari hadits ini menunjukkan wajibnya membasuh kedua kaki, serta tidak cukup jika dengan cara mengusap saja.”
Sedangkan pendapat menyela-nyela jari kaki dengan jari kelingking tidak ada keterangan di dalam hadits. Ini hanyalah pendapat dari Imam Ghazali karena ia mengqiyaskannya dengan istinja’.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “…barangsiapa diantara kalian yang sanggup, maka hendaklahnya ia memanjangkan kecermerlangan muka, dua tangan dan kakinya.” (HSR. Muslim, 1/149 atau Syarah Shahih Muslim no. 246)
9. Tertib
Semua tatacara wudhu’ tersebut dilakukan dengan tertib (berurutan) muwalat (menyegerakan dengan basuhan berikutnya) dan disunahkan tayaamun (mendahulukan yang kanan atas yang kiri) [Bukhari-Muslim]
Dalam penggunaan air hendaknya secukupnya dan tidak berlebihan, sebab Rasulullah pernah mengerjakan dengan sekali basuhan, dua kali basuhan atau tiga kali basuhan [Bukhari]
10. Berdoa
Yakni membaca do’a yang diajarkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam:
“Asyahdu anlaa ilaa ha illalah wa asyhadu anna Muhammadan ‘abdullahi wa rasuulahu. Allahummaj ‘alni minattawwabiina waja’alni minal mutathohhiriin (HR. Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah)
Dan ada beberapa bacaan lain yang diriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam.
Semoga tulisan ini menjadi risalah dalam berwudhu’ yang benar serta merupakan pedoman kita sehari-hari
Cara membuat Charger baterai ABC AA 1.5 Volt : 4 PCS sederhana
Assalamualakikum wr wb ! Selamat pagi, selamat siang, selamat sore dan selamat malam buat pembaca setia saifulcomelektronik.com dimanapun berada, dalam kesempatan kali ini saya mencoba untuk berbagi (shere) kepada anda semua tentang bagaimana Cara membuat charger baterai ABC AA 1.5 Volt : 4 PCS sederhana, Tentunya cara membuat charger baterai ABC ini sangat sederhana dan mudah, bahan dan komponen juga cukup sederhana, banyak di jual di pasaran. Setelah dirakit maka akan menjadi sebuah alat yaitu menjadi Charger baterai ABC AA 1.5 Volt.
Apa bila Anda ingin membuat charger sederhana ini, maka saran saya ,ada beberapa komponen yang anda haruskan siapkan maka bacalah artikel iniSELENGKAPNYA,……
Nah, bahan yang kita butuhkan dan harus kita sediakan untuk membuat alat charger yang sederhana ini, agar menjadi sebuah alat charger untuk baterai ABC atau dikenal dengan nama baterai (AA). Nah, tentunya alat charger ini bisa membantu, apa bila dirumah kita banyak mempunyai bermacam – macam jenis mainan elektronika, semua mainan alat elektronika tersebut menggunakan baterai AA sebagai sumber daya energynya.
Tentunya alat charger ini bisa membantu untuk mengecas baterai AA tersebut. Apa bila daya baterai AA tersebut sudah habis. Nah, Maka alat charger sederhana ini adalah alternative untuk menghemat pengeluaran dari dompet untuk membeli sebuah baterai AA setiap harinya, sebagai kebutuhan baterai elektronika itu sendiri.
Bahan Dan Kompunen
Apa bila ingin membuat charger baterai AA 1.5 volt sederhana ini, maka bahan dan komponen yang di butuhkan adalah sebagai berikut :
1. Trafo OT ( qutput DC 7 volt )
2. Dua buah DIODE IN1448 atau yang sejenis juga bisa asalkan DIODE
3. 4 Buah resistor dengan resintasi 15 Ohm
4. 4 Buah LED (sebagai indicator)
5. Papan PCB
6. Pelat dari seng
7. Pegas
8. Box pelastik
Setelah semua bahan dan komponen telah ada atau telah di siapkan, maka sekarang peroses perakitan ke semua poin bahan dan komponen di atas. Nah, untuk TRAFO OT keluaran qutput DCnya sekitar 7 volt, kenapa ? karna charger ini untuk mengecas 4 baterai AA sekali gus, bisa juga mengecas 1 baterai AA.
Perakitan
Untuk proses perakitannya mudah dan gampang tinggal mengikuti skema di bawah ini yang telah saya siapkan.
Nah, mudah bukan cara membuat charger sederhana ini ? untuk pencetakan ke PCB, silakan anda kereasikan sendiri serapi mungkin. Menurut kemauan dan desain anda sendiri.
Langganan:
Komentar (Atom)









